Melihat kondisi yang belum juga berakhir, membuat para peneliti semakin bekerja keras untuk menemukan obat dan juga Vaksin Corona untuk nantinya diharapkan dapat menuntaskan masalah dunia ini. Vaksin Corona sudah banyak diteliti dan belum ada yang menunjukkan hasil yang signifikan, sehingga membuat para peneliti mencoa meneliti vaksin lain, apakah mampu untuk mengatasi virus corona ini. penggunaan vaksin lain yang pun kini telah masuk dalam program vaksinasi rutin sebagai vaksinasi untuk mencegah infeksi COVID-19, namun penggunaan vaksin lain ini masih belum dapat dipastikan manfaat dan juga risiko yang akan terjadi.

Pemikiran tentang penggunaan vaksin lain dalam menekan risiko terjadinya infeksi oleh COVID-19 sebagian besar didasarkan pada tinjauan epidemiologi yaitu mengenai perbedaan dampak COVID-19 terhadap beberapa populasi yang berbeda di beberapa negara di dunia. Miller et al menduga bahwa perbedaan dari morbiditas dan mortalitas virus COVID-19 antar negara mungkin juga berkaitan dengan adaya kebijakan pemberian vaksin BCG secara nasional.

Dengan membandingkan kebijakan pemberian vaksinasi BCG secara nasional terhadap mortalitas dan morbiditas virus COVID-19 di berbagai negara di dunia ini, Miller et al mengungkapkan bahwasannya terdapat adanya pengaruh kebijakan pemberian vaksin BCG terhadap dampak infeksi COVID-19. Pada penelitian tersebut, Miller et al menemukan bahwa negara yang tidak mempunyai kebijakan vaksinasi BCG secara universal misal contohnya negara Itali, Belanda, dan Amerika Serikat, mereka mengalami dampak epidemiologi infeksi COVID-19 yang lebih berat jika dibandingkan dengan negara dengan kebijakan vaksinasi BCG universal yang telah berlangsung lebih lama. Vaksinasi BCG ini juga tampaknya akan mengurangi angka pelaporan kasus infeksi COVID-19 pada suatu negara tertentu. Namun, studi Miller et al juga mempunyai beberapa keterbatasan yaitu misalnya desain non-acak tanpa kelompok kontrol sehingga hubungan sebab dan akibat antara pemberian vaksin BCG serta perbedaan mortalitas serta morbiditas infeksi COVID-19 ini sulit untuk ditentukan.

Sejumlah penelitian yang sedang berlangsung untuk menentukan bagaimana efek vaksinasi BCG terhadap luaran infeksi COVID-19, khususnya pada beberapa populasi yang memiliki risiko yang cukup tinggi. Uji klinis di beberapa negara seperti Australia, Belanda, dan juga Amerika Serikat telah dirancang untuk menguji apakah vaksinasi BCG ini jika diberikan kepada petugas kesehatan mampu akan melindungi mereka dari infeksi COVID-19 atau tidak. Selain itu, penelitian lain juga sedang berlangsung mengenai efek vaksinasi BCG untuk digunakan dalam pencegah infeksi COVID-19 yang berat pada lansia. Sebuah studi di Jerman pun juga sedang berjalan untuk menguji apakah VPM1002 yaitu vaksin rekombinan turunan dari BCG apakah bisa mencegah infeksi COVID-19 pada petugas kesehatan dan juga pada pasien lansia.

Sehatq.com adalah layanan kesehatan digital yang sudah berdiri sejak lama. Kini perkembangan sehatq juga menunjukkan ke arah yang lebih baik. Banyak manfaat yang sudah diberikan oleh sehatq masyarakat dalam mendapatkan informasi kesehatannya. Sehatq memiliki beberapa fitur yang cukup menarik bagi masyarakat. Mulai dari konsultasi dokter secara online sampai dengan mendapatkan obat yang dapat ditebus di apotek. Melihat hal ini dapat dikatakan sehatq telah mampu memberikan perubahan yang cukup besar dalam dunia kesehatan. Jika anda ingin mendapatkan informasi mengenai penyakit anda atau hanya ingin sekadar menambah pengetahuan mengenai penyakit tertentu silahkan langsung kunjungi sehatq.com.