7 Jenis Jagung yang Banyak Dibudidayakan dan Dipasarkan di Indonesia

Jagung adalah salah satu tanaman serealia penting di Indonesia. Selain sebagai bahan pangan pokok pengganti beras, jagung juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan untuk ternak.

Budidaya jagung sendiri terbilang cukup mudah untuk dilakukan sehingga banyak petani yang membudidayakan komoditas ini.

Baca juga: Budi Daya Tanaman Jagung

Saat ini, banyak sekali jenis atau varietas jagung yang sudah berhasil dikembangkan oleh petani jagung di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa jenis jagung berdasarkan penampilan dan tekstur bijinya serta yang sering dibudidayakan dan juga yang sering dijumpai di pasaran.

Jagung mutiara (Flint corn)

Jagung mutiara memiliki nama latin Zea mays var. indurata dan merupakan jenis jagung lokal yang paling banyak ditanam oleh petani di Jawa. Nama mutiara pada jagung ini disebabkan oleh biji jagungnya yang tergolong tipe biji mutiara. Bijinya berbentuk bulat, licin, mengkilap dan juga keras karena bagian pati yang keras terdapat di bagian atas dari biji. Tipe jagung ini disukai petani karena memiliki daya tahan terhadap hama gudang.

Jagung gigi kuda (Dent corn)

Dinamakan jagung gigi kuda karena ceruk yang ada di tengah-tengah bijinya ketika dalam keadaan kering membuat penampakannya seperti gigi kuda. Biji dari jagung gigi kuda memiliki warna kuning, berukuran besar, berbentuk pipih, dan pada puncak biji berlekuk.

Jagung jenis ini rasanya hambar dan bertepung banyak sehingga lebih sering digunakan untuk makanan ternak, membuat sirup jagung alami, atau produk industrial seperti ethanol untuk bahan bakar, minuman atau cairan sanitasi. Untuk mengubah jagung menjadi ethanol diperlukan proses fermentasi dan distilasi. Jagung jenis ini merupakan bahan mentah yang paling efisien, dapat diperbarukan dan aman bagi lingkungan.

Jaging manis (Sweet corn)

Jagung manis atau Zea mays var. saccharata memiliki biji yang transparan ketika sudah masak. Umumnya, biji jagung ini berwarna kuning dengan kandungan gula yang terbilang tinggi dari kandungan patinya. Sehingga biji akan menjadi keriput ketika sudah kering. Biasanya, jagung ini dipanen saat masih muda atau saat masak susu.

Baca juga: Varietas Unggul Jagung Manis

Jagung berondong (Pop corn)

Jagung berondong memiliki nama latin Zea mays var. everta. Jumlah pati keras yang berada pada jagung tersebut lebih banyak daripada pati lunak. Hasil biji jagung berondong biasanya lebih rendah daripada jenis jagung mutiara atau jagung gigi kuda. Biji akan meletus dan mengembang bila dipanaskan. Biji akan mengembang hingga mencapai kali dari ukuran awal.

Jagung tepung (Floury corn)

Salah satu jenis jagung tertua ini memiliki biji yang lembut dan mengandung pati lunak. Jagung tepung ini memiliki nama latin Zea mays var. amylacea dan biasa ditanam di dataran tinggi. Jagung jenis ini memiliki umur lebih panjang. Pati lunak yang terkandung dalam jenis jagung ini sangat mudah untuk dicerna sehingga seringkali jenis jagung ini diolah menjadi makanan bayi.

Selain itu, jagung tepung ini juga mudah untuk digiling dan digunakan sebagai bahan membuat makanan-makanan yang dipanggang serta makanan lainnya.

Jagung ketan (Waxy corn)

Jagung jenis ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau untuk pengental makanan. Endosperma pada tipe jagung waxy seluruhnya terdiri atas amylopectine, sedangkan jagung biasa mengandung ± 70 persen amylopectine dan 30 persen amylose.

Jagung polong (Pod corn)

Jagung polong atau Zea mays var. tunicta memiliki biji jagung yang dibungkus oleh kelobot. Seluruh tongkol jagung juga terbungkus oleh kelobot. Jenis ini merupakan jenis langka dan aneh. Jagung ini sering disebut sebagai jagung indian karena lebih bersifat hiasan daripada jagung-jagung lainnya karena bijinya yang memanjang dan warnanya yang bervariasi.

Referensi:

pertanian.pontianakkota.go.id

duniaplant.com

Kategori
ArtikelJagungJenis JagungBudi DayaPemasaran