Masalah rambut rontok memang umum terjadi baik pada pria maupun wanita. Namun tenang, karena ada solusi cara mengatasi rambut rontok yang bisa kamu coba.

Masalah kerontokan sebenarnya tidak hanya terjadi pada space rambut kepala. Namun urusan rambut kepala inilah yang sering jadi perhatian karena bisa berpengaruh pada penampilan.

Mengenal tentang kerontokan rambut
Normalnya kamu akan kehilangan 50 sampai a hundred helai rambut setiap harinya. Tapi jumlah ini tidak terlalu signifikan karena di kepala terdapat lebih dari a hundred ribu helai rambut.

Rambut-rambut baru biasanya akan tumbuh dan menggantikan rambut yang sudah lepas dari akarnya. Sayangnya, ini tidak terjadi pada semua orang.

Baik karena faktor keturunan atau pun hormon, tak sedikit orang yang mengalami kerontokan parah dan rambut baru tidak kunjung tumbuh. Akibatnya kebotakan pun terjadi, baik sementara hingga permanen.

Gejala rambut rontok parah yang perlu diperhatikan
Kerontokan sendiri bisa muncul di seluruh area tubuh yang ditumbuhi rambut. Gejala yang muncul juga berbeda-beda.

Tergantung dari lokasi rontok hingga tingkat keparahannya. Berikut beberapa gejala rambut rontok parah yang harus kamu pahami:

1. Rambut di area kepala mulai menipis
Kondisi ini merupakan gejala yang paling umum terjadi, baik pada pria maupun wanita. Pada pria kerontokan akan mulai terjadi dari area depan dan menyebabkan kebotakan pada hairline.

Sedangkan pada wanita kerontokan mulai terjadi di space depan dan menyebabkan space dahi semakin melebar.

2. Botak pada space tertentu
Pada beberapa kasus, ada pula orang yang mengalami kebotakan hanya di area-space tertentu.

Tak hanya rambut kepala, kadang kerontokan juga terjadi pada rambut alis dan juga brewok ataupun kumis.

three. Rambut rontok tiba-tiba
Gangguan fisik maupun emosional ternyata bisa berpengaruh pada kekuatan akar rambut. Saat terjadi stres misalnya, kamu bisa saja mengalami kerontokan tiba-tiba karena akar rambut melemah.

Jangan kaget jika kamu tiba-tiba mendapati gumpalan rambut saat menyisir ataupun saat berkeramas.

4. Rambut rontok di seluruh area tubuh
Kondisi ini biasanya terjadi karena seseorang menjalani terapi tertentu, seperti kemoterapi pada penderita kanker.

Pada banyak kasus, rambut akan tumbuh kembali setelah proses terapi selesai dilakukan.

Penyebab rambut rontok
Rambut rontok baik di space kepala maupun space tubuh lain bisa terjadi karena beberapa kondisi. Berikut beberapa di antaranya:

1. Faktor keturunan
Jika kamu memiliki anggota keluarga dengan riwayat kebotakan, maka risiko untuk mengalami rambut rontok dan botak juga semakin tinggi.

Kondisi ini biasanya mulai terjadi seiring bertambahnya usia dan semakin parah saat usia semakin tua. Pada pria biasanya memunculkan tanda kebotakan, sedangkan pada wanita ditandai dengan rambut yang menipis.

2. Perubahan hormon
Rambut rontok juga bisa terjadi karena adanya perubahan hormon. Hal ini biasanya terjadi pada ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, dan perempuan yang masuk ke masa menopause.

3. Konsumsi obat tertentu
Mengonsumsi obat untuk kanker, arthritis, obat antidepresi, obat penyakit jantung, dan obat tekanan darah tinggi juga bisa menyebabkan kerontokan pada rambut.

four. Kondisi kesehatan tertentu
Orang yang menderita penyakit tiroid, alopecia areata (penyakit autoimun yang menyerang sel rambut), dan orang yang mengalami infeksi akar rambut juga berisiko tinggi alami kerontokan.

5. Tekanan emosional
Kejadian yang menyerang fisik atau psychological seperti demam tinggi, stres karena keluarga yang meninggal, dan penurunan berat badan drastis juga bisa sebabkan rambut rontok.

6. Perawatan atau styling rambut
Rambut rontok juga bisa terjadi karena perawatan rambut yang kurang tepat. Seperti mengikat rambut terlalu kencang dalam waktu lama, mewarnai rambut, dan lain-lain.

Cara mengatasi rambut rontok
Untuk bisa mengatasi rambut rambut rontok, perlu adanya langkah khusus. Mulai dari memperbaiki asupan nutrisi sampai terapi khusus pada rambut.

1. Pola makan sehat
Untuk menjaga kondisi rambut yang sehat, pastikan kamu mengonsumsi makanan yang tinggi zat besi, zinc, dan vitamin B12.

Kandungan tersebut bisa kamu dapatkan dari makanan seperti kacang-kacangan, ikan, sayur hijau, dan daging. Selain itu, folikel rambut juga terbentuk sebagian besar dari protein.

Jadi jangan lupa untuk memenuhi asupan protein harian. Jika kamu kesulitan memenuhi makanan bernutrisi, bisa dibantu dengan konsumsi suplemen.

2. Vitamin rambut rontok
Vitamin A, B, C, D, zat besi, selenium, dan zinc adalah jenis-jenis vitamin rambut rontok yang berperan dalam pertumbuhan rambut.

Untuk membantu jaga pertumbuhan rambut tetap optimum, kamu bisa membeli suplemen dengan kandungan vitamin tersebut di apotek.

3. Perawatan rambut rontok
Jangan lupa untuk rutin keramas agar kebersihan dan kesehatan akar rambut tetap terjaga. Gunakan shampo dengan kandungan yang tidak terlalu keras untuk rambut.

Kamu juga disarankan untuk menggunakan produk perawatan rambut rontok, yakni yang ditujukan khusus untuk hair growth. Seperti produk yang mengandung minyak kelapa, olive oil, dan juga ginseng.

four. Perlakukan rambut dengan baik
Saat akan melakukan styling pada rambut, ada baiknya untuk hindari tindakan yang bisa merusak akar rambut.

Seperti terlalu sering menggunakan catokan, hair dryer, mengikat rambut dengan gaya ponytail, mengepang rambut dengan kencang, dan lain-lain.

Saat kamu mengalami gejala kerontokan, ada baiknya untuk mengurangi penggunaan zat kimia seperti mewarnai rambut. Karena hal ini justru bisa memperparah kondisi rambut kamu.

5. Cara mengatasi rambut rontok dengan terapi laser
Metode ini cocok dilakukan untuk orang yang mengalami kerontokan akibat faktor genetik atau kemoterapi kanker. Paparan laser stage rendah terbukti mampu mengembalikan ketebalan rambut.

Terapi laser ini bekerja dengan cara menstimulasi sel-sel induk dermis yang berperan pada pertumbuhan rambut. Saat ini ada banyak produk yang menawarkan terapi laser untuk bisa dilakukan di rumah.

6. Kurangi stres
Dilansir GQ, Dr. Michele Green yang merupakan seorang dermatologis asal New York menyebutkan bahwa stres mampu memperlambat pertumbuhan rambut baru dan sebabkan kebotakan.

Saat kita mengalami stres, tubuh akan melepaskan hormon yang mampu merusak siklus pertumbuhan rambut. Hal ini berakibat pada pertumbuhan rambut yang lambat atau bahkan berhenti tumbuh.

7. Konsumsi obat tertentu
Obat-obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi kerontokan adalah Minoxidil, Finasteride, dan Phenylephrine. Ketiganya mampu memperbaiki dan mempercepat siklus pertumbuhan rambut.

Phenylephrine sendiri lebih cocok digunakan untuk kamu yang mengalami kerontokan akibat styling berlebih pada rambut.

Ampuhkah menggunakan shampo rambut rontok?
Mengatasi rambut rontok memang tidak mudah, kamu pun juga harus berhati-hati dalam memilih shampo. Sebagai salah satu upaya, tak ada salahnya kamu menggunakan shampo rambut rontok khusus.

Ketika rambut rontok parah, pastikan ada kandungan ini di dalam shampomu:

* Rumput laut, protein kedelai dan shea butter
* Biotin dan asam pantotenat (vitamin B5)
* Minyak argan
* Vitamin E

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar rambut rontok? Silakan chat langsung dengan dokter kami untuk konsultasi. Caranya, buka aplikasi Grab kemudian pilih fitur Kesehatan, atau langsung klik di sini.