Ilustrasi jagung manis. ©2015 Merdeka.com/shutterstock Merdeka.com – Jagung manis (Zea mays var. Rugosa) memiliki three jenis warna yaitu, kuning, putih dan perpaduan keduanya. Jagung adalah tanaman asli Amerika yang berasal dari Meksiko ribuan tahun yang lalu.

Jagung manis memainkan peranan penting dalam makanan bangsa Maya, Aztec, Inca, dan penduduk asli Amerika Utara. Christopher Columbus memperkenalkan jagung manis ke Spanyol dan akhirnya menyebar ke bagian lain Eropa.

Kandungan nutrisi pada jagung manis yaitu terdiri dari vitamin C, B1 (tiamin) dan B3 (niasin) yang menjadikannya sumber vitamin yang baik. Jagung manis juga mengandung mineral seperti kalium (yang membantu mengatur tekanan darah) dan mangan (terlibat dalam pengaturan fungsi otak dan saraf). Selain itu, jagung manis juga menjadi sumber serat makanan yang sangat baik, yang penting untuk usus yang sehat.

Di Indonesia jagung manis banyak menjadi makanan olahan seperti dijual di pinggir jalan sebagai rebusan yang dicampur dengan krim susu dan keju. Jagung manis juga bisa menjadi olahan bakwan.

Berikut manfaat jagung manis bagi kesehatan tubuh yang jarang diketahui dirangkum dari Organic Facts:

Mencegah Wasir

Shutterstock/gwolters

Kandungan serat satu cangkir jagung berjumlah 18,four% dari jumlah harian yang direkomendasikan. Ini membantu meringankan masalah pencernaan seperti sembelit dan wasir, serta menurunkan risiko kanker usus besar karena jagung merupakan biji-bijian.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Dr. Arthur Schatzkin, mantan kepala cabang epidemiologi gizi di US National Cancer Institute (NCI) menyimpulkan, total asupan serat tidak berhubungan dengan risiko kanker kolorektal, sedangkan mengonsumsi biji-bijian mengurangi resiko tersebut.

Serat makanan dapat membantu membuang kotoran dalam jumlah besar, mempromosikan eliminasi teratur dan mengurangi ketegangan. Proses ini dilakukan dengan merangsang gerakan peristaltik dan produksi getah lambung dan empedu.

Mendukung Pertumbuhan

Shutterstock

Jagung kaya akan konstituen vitamin B, terutama tiamin dan niasin. Thiamin sangat penting untuk menjaga kesehatan saraf dan fungsi kognitif. Kekurangan niasin menyebabkan pellagra, suatu penyakit yang ditandai dengan diare, demensia, dan dermatitis yang biasanya diamati pada individu yang kekurangan gizi.

Jagung manis juga merupakan sumber asam pantotenat yang baik, yang merupakan vitamin penting untuk metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak dalam tubuh.

Kekurangan asam folat pada wanita hamil dapat menyebabkan kelahiran bayi dengan berat badan tidak perfect dan juga dapat menyebabkan cacat tabung saraf pada bayi yang baru lahir. Jagung memberikan persentase yang signifikan dari kebutuhan folat harian, sehingga mencegah kondisi tersebut.

Biji juga kaya akan vitamin E, antioksidan alami yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perlindungan tubuh dari penyakit.

Penambah Berat Badan yang Bagus Merdeka.com

Jagung, terutama varietas kuning, merupakan sumber kalori yang kaya dan merupakan makanan pokok di banyak tempat.

Kandungan kalori jagung kuning dan putih adalah 96 kalori per one hundred gram. Inilah sebabnya mengapa ia menjadi makanan untuk menambah berat badan dengan cepat.

Sumber Mineral yang Penting Merdeka.com

Jagung mengandung banyak mineral yang bermanfaat positif bagi tubuh dalam beragam cara, ungkap sebuah studi yang dilakukan oleh Dr. Phil Warman, Nova Scotia Agricultural College, Kanada.

Fosfor, bersama dengan magnesium, mangan, seng, besi, dan tembaga adalah beberapa nutrisi penting yang ditemukan di semua varietas jagung. Ini juga mengandung trace mineral seperti selenium, yang sulit ditemukan di sebagian besar makanan.

Fosfor sangat penting untuk mengatur pertumbuhan normal, kesehatan tulang, dan fungsi ginjal yang optimum. Magnesium diperlukan untuk mempertahankan detak jantung regular dan untuk meningkatkan kepadatan mineral tulang.

Melindungi Jantung Merdeka.com/

Menurut penelitian, minyak jagung telah terbukti memiliki efek anti aterogenik pada kadar kolesterol, sehingga mengurangi risiko berbagai penyakit kardiovaskular. Minyak jagung, pada khususnya, adalah cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan jantung dan ini berasal dari fakta bahwa jagung dekat dengan kombinasi asam lemak yang optimal.

Hal ini memungkinkan asam lemak omega-three untuk menghilangkan LDL yang merusak atau kolesterol jahat. Sehingga ini dapat mengurangi kemungkinan arteri menjadi tersumbat, menurunkan tekanan darah, dan meminimalkan risiko serangan jantung dan stroke.

Menurut sebuah studi oleh Dr. Robert Nicolosi, University of Massachusetts, AS, mengonsumsi minyak sekam jagung menurunkan LDL plasma atau kolesterol jahat dengan mengurangi penyerapan kolesterol dalam tubuh.

Seperti disebutkan sebelumnya, pengurangan kolesterol LDL ini tidak berarti pengurangan HDL atau kolesterol baik, yang dapat memiliki efek menguntungkan bagi tubuh.

Mereka termasuk pengurangan penyakit jantung, pencegahan aterosklerosis, dan melawan radikal bebas di seluruh tubuh.

Merawat Mata dan Kulit

hercampus.com

Jagung kuning adalah sumber beta-karoten yang baik, yang membentuk vitamin A dalam tubuh dan sangat penting untuk pemeliharaan penglihatan dan kulit yang baik. Sesuai penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Science, beta-karoten adalah sumber vitamin A yang bagus karena dikonversi ke dalam tubuh sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan.

Vitamin A bisa menjadi racun jika terlalu banyak dikonsumsi, jadi menurunkannya melalui transformasi beta-karoten sangat perfect. Ini juga dapat bermanfaat bagi kesehatan kulit dan selaput lendir, serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Jumlah beta-karoten dalam tubuh yang tidak dikonversi menjadi vitamin A bertindak sebagai antioksidan yang sangat kuat, seperti semua karotenoid, dan dapat memerangi penyakit seperti kanker dan penyakit jantung.

Oleh karena itu, orang yang merokok perlu berhati-hati dengan asupan beta-karoten mereka, karena beberapa penelitian menunjukkan bahwa merokok dan kadar beta-karoten yang tinggi lebih mungkin untuk terkena kanker paru-paru, sementara yang bukan perokok dengan kandungan beta-karoten yang tinggi memiliki kemungkinan lebih sedikit terjangkit kanker paru-paru.

[amd] Baca Selanjutnya: Mencegah Wasir…