5 Keuntungan Berinvestasi Jangka Panjang Seperti Investor

Jika kita melakukan suatu kegiatan yang disebut investasi, kita akan dihadapkan pada dua pilihan, yaitu berinvestasi dalam jangka pendek atau berinvestasi dalam jangka panjang.

Apalagi yang namanya investasi di instrumen saham, kita akan dihadapkan pada pilihan menjadi seorang trader yang berinvestasi dalam jangka pendek atau kita berinvestasi dalam jangka panjang.

Mungkin investasi jangka panjang akan membuat kita tidak sabar dan membosankan. Selain itu, meskipun kita bertekad untuk berinvestasi dalam jangka panjang, perasaan takut ketika harga saham turun tetap ada dan ketidaksabaran karena saham yang dibeli tidak naik, membuat investor beralih ke investasi jangka pendek, yaitu menjadi pedagang.

[su_quote]Seperti kata pepatah “Waktu adalah Uang”[/su_quote]

Namun dari semua itu berinvestasi dalam jangka panjang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan berinvestasi dalam jangka pendek.

Tidak hanya itu, investasi jangka panjang menjadi kunci utama untuk mencapai kebebasan finansial atau persiapan pensiun dari dunia kerja. Banyak investor sukses seperti Benjamin Graham, Warren Buffett dan Peter Lynch menyarankan investor baik tua maupun muda untuk berinvestasi dalam jangka panjang.

Hal ini wajar karena berinvestasi dalam jangka panjang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang ketika berinvestasi dalam jangka pendek. Berikut ini adalah keuntungan dari investasi jangka panjang:

Anda Tidak Akan Dipenuhi Dengan Emosi

Cara Menghilangkan Emosi yang Berlebihan

Investor yang berinvestasi dalam jangka panjang akan merasa tetap tenang dalam menghadapi segala kondisi pasar, baik itu pasar bull maupun pasar bear.

Mereka akan tetap tenang karena mereka tahu itu hanya akan berdampak jangka pendek. Kenaikan 10% saham dalam sehari tidak akan membuat mereka menjual sahamnya dan penurunan 5% sehari tidak akan membuat mereka menjual sahamnya juga.

Kondisi ini akan jauh berbeda jika dialami oleh trader jangka pendek mereka akan melakukan hal sebaliknya. Ketika saham naik 10% mereka akan menjual dengan cepat karena takut harga akan turun lagi dan ternyata harga saham akan meroket 50% tahun depan dan mereka menyesalinya.

Begitu juga ketika harga saham turun 5% mereka akan segera menjual untuk menghindari penurunan yang lebih dalam. Teknik ini disebut cut loss dan ketika harga saham rebound ke rekor baru mereka akan menyesal dan marah.

Investor jangka panjang tidak akan kewalahan dengan perasaan ini, mereka akan tetap tenang dan santai selama fundamental perusahaan saham mereka tetap solid.

Keajaiban Bunga Majemuk Akan Datang Kepada Anda

Bunga majemuk adalah salah satu keajaiban dunia dan ini adalah pepatah Albert Einstein. Modal yang tadinya kecil lama kelamaan akan bertambah dan bertambah berkali-kali lipat karena hasil investasi tersebut ditanamkan kembali.

Waktu adalah senjata utamanya dan investor jangka panjang sangat ramah waktu. Bunga tidak hanya berupa capital gain tetapi juga dapat dihasilkan dengan deviden.

Dividen yang diperoleh diinvestasikan kembali untuk mendapatkan dividen yang lebih besar di masa depan dan metode ini cukup sederhana.

Sebuah analisis mengatakan jika kita mengambil dividen yang memiliki hasil 3% maka kita akan melipatgandakan nilai investasi dua kali lipat setelah 33 tahun, ini jika tidak ada kenaikan harga saham dan nilai dividen selama itu. Tetapi jika kita menginvestasikan dividen tanpa mengambil sepeser pun maka kita akan menggandakan modal dalam waktu 10 tahun!

Tidur nyenyak tanpa mengganggu pikiran

Pikiran yang tenang tanpa stres memikirkan investasi dan tidak perlu khawatir tentang hari esok adalah kenyamanan yang dimiliki investor jangka panjang.

Alih-alih mengkhawatirkan semua data ekonomi, baik makro maupun mikro, mereka akan lebih mementingkan kehidupan sehari-hari. Bagi mereka investasi adalah pekerjaan sampingan dan keuntungan akan diperoleh dalam beberapa tahun terakhir mengapa setiap hari memeriksa harga saham yang mereka investasikan?

Alih-alih memeriksa harga saham yang dapat membuat stres dan menggembirakan, mereka akan memilih untuk melihat laporan keuangan triwulanan dan beberapa berita makro dan kebijakan utama pemerintah.

Alhasil, pikiran mereka akan tetap tenang tanpa khawatir akan turunnya harga saham. Orang yang panik saat harga saham turun adalah orang yang berspekulasi.

Sementara itu, investor jangka panjang akan melihat penurunan harga sebagai peluang untuk membeli kembali dengan harga murah dengan catatan fundamental perusahaan tetap solid.

Investasi Jangka Panjang Sangat Sederhana dan Semua Orang Bisa Melakukannya

Lebih mudah memprediksi perusahaan mana yang akan menang antara A dan B daripada menebak arah harga sahamnya dalam jangka pendek. Perusahaan yang sudah memiliki merek dan profitabilitas tinggi tidak akan berhenti beroperasi secara tiba-tiba keesokan harinya tanpa keadaan yang fatal.

Bayangkan saja perusahaan seperti Facebook dan Google yang telah menjadi pemimpin pasar di sektornya masing-masing tidak akan tiba-tiba bangkrut. Jika kita memprediksi 5 tahun ke depan apa yang akan kita pikirkan tentang kedua perusahaan ini?

Tentunya dalam 5 tahun ke depan, jika kondisinya tetap sama yaitu tetap menjadi market leader, bisa dipastikan mereka akan semakin berkembang dengan aset dan ekuitas yang juga berkembang.

Sementara itu, saham perusahaan terbaik dengan profitabilitas tinggi pun bisa naik turun setiap hari tanpa alasan yang jelas. Atau trader melihat kabar baik dari sebuah emiten, belum tentu harga saham emiten tersebut akan naik.

Risiko Investasi Akan Turun

Berinvestasi jangka panjang akan mengurangi risiko Anda kehilangan peluang emas. Berusaha mencari waktu yang tepat untuk menjual dan membeli saham akan mengganggu kinerja investasi.

Sebuah studi yang dilakukan oleh JP Morgan Asset Management menggunakan data dari S&P 500 dari 31 Desember 1993 hingga 31 Desember 2013 menunjukkan bahwa berinvestasi dalam jangka panjang selama 20 tahun akan menghasilkan pengembalian investasi sebesar 483%. Ketinggalan momen 10 keuntungan terbesar pada periode tersebut akan membuat hasil investasi turun menjadi 191%.

Melewatkan 30 hari terbaik membuat pengembalian investasi Anda hanya 20%. Kehilangan momentum ini bisa terjadi ketika kita memikirkan waktu yang tepat untuk masuk dan keluar saat trading saham.

Kuncinya adalah terus berinvestasi untuk mengurangi risiko melewatkan kenaikan besar.